Press Release Diskusi Menhan

Berlokasi di Gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) London, pada hari sabtu 18 April 2009, Menteri Pertahanan RI, Prof. Juwono Sudarsono menyampaikan diskusi dengan tema “Memperkuat Peran Daya Saing Indonesia 2015”. Pada diskusi ini Menhan didampingi para staf ahli terdiri atas bidang ekonomi dan perbankan, kerjasama potensi pertahanan dan ristek dalam nilai2 pertahanan (defence value) dan staf bidang pertahanan trade dan investasi. Acara diskusi dipadati oleh lebih dari 70 warga dan pelajar Indonesia di Inggris, dan merupakan hasil kerjasama KBRI London dengan perhimpunan pelajar Indonesia di United Kingdom (PPIUK), PPI Manchester, dan PPI London.
Diskusi dimulai ceramah Menhan bahwa Indonesia akan memasuki era “perang otak”

mulai tahun 2015, yakni ditandai dengan dibukanya integrasi negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Countries) secara keselurhan. Pada kesempatan ini Menhan juga memberikan angka-angka statistik yang sangat penting untuk diperhatikan dalam mempersiapkan persaingan dimasa mendatang. Menurut doctor alumnus London School of Economics (LSE) ini, pada tahun 2015 Indonesia akan dipadati oleh 215 juta penduduk dan hingga saat ini, dari 230 juta orang, masih ada 34 juta penduduk yang hidup dibawah US$ 2 per hari. Lebih rinci, Menhan juga menjelaskan bahwa tahun 2015 menjadi tahun penting bagi pemuda karena hingga tahun ini 76% pengangguran terbuka berusia dibawah 30 tahun.
Dengan memperhatikan fakta-fakta tersebut, beliau menekankan agar kita mampu memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan baik itu hard science (teknologi, teknik) maupun soft science (sosiologi, budaya) untuk mempersiapkan diri menghadapi dimulainya era globalisasi tingkat ASEAN dan dunia. Selain itu, tiga power perlu pula dikembangkan yakni hardpower, softpower dan smartpower untuk berkompetisi. Beliau mencontohkan negara RRC yang telah meresmikan 50 Universitas teknik kelas internasional untuk meningkatkan daya saing dan untuk mencapai ambisi negara tersebut untuk menjadi pemain penting dalam finansial dunia.
Lebih lanjut, Menhan mengatakan bahwa yang dahulu yang diutamakan adalah semangat kempemilikan (ownership) namun sekarang adalah semangat kendali (control). Sebagai contoh, saat ini Singapura dan Malaysia melalui perusahaan-perusahaannya telah menjadi pemilik perusahaan telekomonukasi, minyak, dan keuangan lainnya di Indonesia. Dengan demikian, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar penduduk Indonesia memiliki skill yang kompetitif sehingga dapat berada pada posisi managerial dan menjadi para pengambil keputusan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia?
Menhan menyatakan bahwa fokus utama Departemen Pertahanan adalah daya saing non-militer dan diharapkan pada periode 2009-2014 tahap pemantapan lanjut dapat dijalankan. Pada periode ini pula ditargetkan akan terjadi kenaikan PDB sebanyak 4 kali, peningkatan jumlah prang yang tercukupi meningkat dari 25 juta (dari total 230 juta) menjadi 60 juta (dari total 245 juta), jelas pria yang pernah menjadi panitia pemilu luar negeri (PPLN) semasa menjalankan studi di Inggris ini.
Pada sesi tanya jawab, Menhan menjelaskan kepada warga bahwa Dephan melalui pusat studi kesehatan di Zeni telah mengkaji studi-studi kesehatan yang terkait dengan isu pertahanan, seperti bio-terorism. Pada saat yang sama beliau juga menyatakan bahwa hingga saat ini dualime kewarganegaraan belum dapat dilaksanakan di Indonesia, namun hal ini harus ditinjau kembali menjelang 2015 untuk meningkatkan daya saing warga Indonesia dalam era integrasi ASEAN.
Menhan mengajak pelajar dan warga yang berada di Inggris untuk memanfaatkan privilege yang dimiliki untuk meningkatkan kemapanan negara menjelang integrasi ASEAN dan pada saat yang sama mengurangi ketimpangan individu antar warga bangsa. Namun Menhan mengingatkan bahwa dalam interaksi, perlu rasionalisasi yakni tangible science seperti ekonomi politik dan perdagangan, tapi ada juga naluri cita yakni perasaan hati dan kultur, dengan dua hal ini diharapkan Indonesia dapat menjadi negara maju yang tetap memperhatikan nilai-nilai social.
Sebagai penutup, beliau mengutip ucapan Bung Karno bahwa kebangsaan kita hidup dalam internasionalisasi dan Gandhi yang mengungkapkan biarkan angin-angin dating ke India, tapi pijakan kaki saya tetap di India.
Diskusi ini memunculkan pertanyaan akhir yakni seberapa jauh Dephan telah mempersiapkan SDM dalam bidang softpower dan smartpower menjelang 2015, eranya Asean intergrasi?

*Adiwan Fahlan, Kandidat doktoral bidang ekonomi wilayah dan perdangangan internasional pada University College London (UCL), Inggris. Penulis saat ini merupakan sekretaris jendral PPI UK.

Advertisements

0 Responses to “Press Release Diskusi Menhan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




July 2009
M T W T F S S
« Oct   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Categories


%d bloggers like this: