Diskusi studi di Luar Negeri

Pada tanggal 21 September 2008 diadakan diskusi studi di luar negeri, berlokasi di gedung Prodi T.Perencanaan Wilayah dan Kota, dengan pembicara para alumni. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun HMP Pangripta Loka ke 49. Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan

Bagaimana proses hingga bisa kuliah di luar negeri

Info perkuliahan dari mana saja?
Agen Pendidikan (IDP, NESO, British Council), website universitas, senior/rekan kerja

Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi?
Minimum pengalaman kerja, IPK, surat reference dari dosen/atasan kerja

Tes apa yang harus dilalui?
Contoh: Bahasa Inggris (TOEFL 600 atau IELTS 6.5), TPA>550, kadang ada pula GMAT (untuk bidang management/MBA)

Apa saja yang harus disiapkan terutama jika berminat kuliah di luar negeri ?
Bahasa tempat negara tujuan studi, surat rekomendasi, tes kesehatan (berbeda tiap negara), usahakan mendapatkan tempat tinggal sebelum berangkat studi

Apa saja yang didapat selama masa perkuliahan?
Pelajaran / ilmu yang didapat?

Tugas non stop selama semester berlangsung, mempersiapkan ujian dari awal perkuliahan, memahami budaya negara lain melalui tugas berkelompok, dll

Kiat-kiat khusus untuk menghadapi masalah selama berada di luar negeri?

Pelajaran dan tugas sangat padat sehingga siapkan diri sejak awal kuliah dengan mencari silabus dan exam tahun lalu (tersedia di website atau perpustakaan). Jangan ragu untuk menjalin hubungan dengan teman dari negara lain

Kultur/ kebiasaan di negeri tempat perkuliahan
Perbedaan dengan di Indonesia (teman, makanan, kebiasaan sehari-hari)?

Dituntut untuk mandiri dengan memasak (karena makanan sangat mahal!!), bahan makanan bisa dibeli di Chinatown.Pertemanan lebih erat berdasarkan aktivitas dibandingkan teman kelas
Adaptasi seperti apa yang dilakukan?

Banyak berteman dan jangan takut untuk explore kota baru sendirian

Perbedaan perkuliahan di luar negeri dengan di Indonesia
Kesulitan-kesulitan yang dihadapi (dosen, bahasa, teman, tugas)?

Tugas menumpuk (untuk social science biasanya dibatasi dengan jumlah kata, mis: 3000 words), materi di kelas sangat kurang sehingga harus menambah jam belajar sendiri
Cara belajar?

Explore silabus dan exam tahun lalu, lakukan tugas secepatnya sebelum diberikan tugas lain, dan terima ajakan teman kelas untuk diskusi materi pelajaran/exam
Ilmu yang didapat?

Time management, kemampuan bahasa dan komunikasi, dan mandiri mencari ilmu tambahan.
Kegiatan Organisasi?

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), organisasi Indonesia non PPI (YIMSA, KIBAR, dll), IA-ITB Eropa

Advertisements

0 Responses to “Diskusi studi di Luar Negeri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories


%d bloggers like this: